× Tutup

Selasa, 20 November 2012 - 08:38:43 WITA
Pengawasan Keamanan Buah dan Sayur Segar
Diposting oleh : Administrator
Kategori: UPTB - Dibaca: 9449 kali

Memperoleh Produk yang aman merupakan hak setiap konsumen, dan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat adalah peran pemerintah. Upaya kearah itu telah dilakukan dan akan terus dilakukan disamping untuk melindungi masyarakat konsumen, juga untuk meningkatkan daya saing produk pangan segar seperti buah dan sayur segar dan meningkatkan nilai jual produk yang akan bermuara pada pendapatan masyarakat tani di NTB tercinta ini.

 

Komoditas buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan komoditas pangan yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang pemenuhan kebutuhan tersebut dari produksi sendiri di Nusa Tenggara Barat maupun dari luar daerah ataupun impor. Bagi yang diproduksi sendiri,masih banyak ditemukan perlakuan-perlakuan di dalam penanganan usahataninya dari awal sampai dengan pascapanen belum sesuai dengan kaidah-kaidah keamanan pangan,misalnya usaha budidaya yang tidak higienis dan tidak aman,penggunaan pestisida yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diperyaratkan,penanganan pascapanen yang tidak higienis dan lain sebagainya yang mengakibatkan terjadinya cemaran baik secara fisik,cemaran biologis, maupun cemaran bahan-bahan kimia. Untuk lebih jelas,penyebab terjadinya pencemaran terhadap pangan atau bahan pangan utamanya pangan segar dapat dilihat pada gambar berikut:

  

Sedangkan pangan segar yang dimpor,kita perlu waspadai terhadap cemaran bahan kimia berbahaya karena perlakuan pacapanen, untuk mempertahankan kualitas sampai dengan di tempat tujuan. Bahan-bahan kimia tersebut dapat berupa formalin, parafin/lilin dan bahan kimia lain yang jumlahnya melebihi ambang batas. Sesuai dengan difinisinya berdasarkan PP 28 Tahun 2004 bahwa yang dimaksud dengan pangan segar adalah pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/ atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan

Hal itu menjadi penting karena produk buah dan sayur umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar, sehingga residu pestisida dan bahan-bahan kimia berbahaya lainnya langsung diserap oleh tubuh dan akan berbahaya bagi kesehatan yang mengkonsumsinya.

Menurut PP 28 Tahun 2004 bahwa  kemanan pangan itu adalah suatu kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis,kimia dan benda lain yang dapat mengganggu,merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Beberapa akibat dari  mengkonsumsi pangan yang telah tercemar /tidak aman itu seperti kanker,cacat kelahiran,merusak atau menggaggu system syaraf,endokren,reproduktif dan kekebalan pada mamalia dan juga intoksikasi.

  

Peran pemerintah dalam hal ini adalah melakukan pengaturan, pengawasan dan juga pembinaan agar warganegara/masyarakat memperoleh rasa aman atau terlindungi dari bahaya-bahaya seperti yang disebutkan di atas.Terlebih masyarakat sebagai konsumen mempunyai hak yang dilindungi secara hukum untuk memperoleh keamanan itu.Mengakses pangan segar yang aman khususnya pangan segar yang beredar merupakan salah satu hak dari warganegara..Seluruh warganegara baik yang mampu maupun yang miskin dapat mengakses pangan segar yang aman untuk dikonsumsi. Menurut  data Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerina Perttanian RI ( Sinar Tani No. 3463 Tahun XLII)  sampai dengan saat ini lebih dari Sembilan puluh persen (90 %) pangan segar yang beredar belum terjamin keamanannya, walaupun telah diperkenalkan penerapan sistim manajeman keamanan pangan dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan pangan.

Salah satu kendala belum dapat dijaminnya keamanan pangan pangan yang beredar seperti yang disampaikan oleh Drh. Sri Bintang KW,MSi Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli pada Ditjen PPHP Kementerian Pertanian adalah tidak adanya ketelusuran produk segar yang beredar, yang disebabkan karena kunci utama terjaminnya keamanan pangan segar yang beredar adalah adanya ketelusuran dokumen yang terkait dengan keamanan pangan. Sedangkan inti dari ketelusuran dokumen adalah dokumentasi catatan atau rekaman yang terkait dengan proses produksi,proses penanganan,proses distribusi serta proses penjualan pangan segar segar yang beredar.

Disisi lain sampai saat ini pihak-pihak yang terkait dengan proses produksi,proses penanganan pasca panen,proses distribusi maupun proses penjualan pangan segar belum memiliki komitmen untuk memiliki rekaman yang dipersyaratkan agar rekaman terkait proses produksi,proses penanganan pasca panen,proses distribusi maupun proses penjualan pangan segar

Dengan demikian, pengawasan terhadap pangan segar yang beredar harus dilakukan pengawasan. Pengawasan dilakukan mulai dari  budidayanya agar sesuai dengan Good Farming Praktices (GFP), Good Handling Practices (GHP), agar seluruh proses usahatani sesuai dengan SOP yang mendukung kemananan pangan pangan segar.Dengan adanya SOP yang baik, maka titik-titik kritis yang menyababkan produk menjadi tidak aman dapat dihindarkan, yang akhirnya konsumen memperoleh kepastian akan produk segar yang aman.

Pengawasan pangan segar dapat dilakukan dengan dua metode yaitu inspeksi kepada penjual produk segar  dan pengujian terhadap contoh pangan segar yang diambil dari pedagang dan atau petani/kelompok tani.

Setelah contoh diambil dilakukan pengujian terhadap parameter kemanan pangan di laboratorium yang telah terakreditasi. Parameter pengujian keamanan pangan antara lain :

  1. Pengujian residu pestisida
  2. Residu Organophosphat
  3. Residu Organochlorine
  4. Residu Karmat
  5. Residu Piretroid
  6. Pengujian cemaran logam berat
  7. Pengujian cemaran mikroba,
  8. Pengujian cemaran salmonella
  9. Pengujian E Coli

Terkait dengan parameter uji laboratorium terhadap produk pangan segar khususnya buah dan sayur segar, Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB melalui OKKPD Provinsi NTB telah melakukannya seperti pengujian residu pestisida,pengujian cemaran logam berat sampai kepada sertifikasi (Prtima -3) produk buah segar, dan secara simultan terus dilakukan untuk mengembangkan produk yang aman terutama buah dan sayur segar guna  mendukung ketahanan pangan dari aspek keamanan pangan. Dengan adanya upaya tersebut diharapkan kedepan akan akan tumbuh dan berkembang pangan segar yang beredar utamanya buah dan sayur segar asal NTB, dan dapat bersaing dipasar yang lebih luar yang pada akhirnya akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Semoga …. 

Oleh: Ir. Gede Sudjana




Komentar Via Facebook:

138 Komentar Anda:

Ucok andie
16 Oktober 2013 - 14:34:26 WIB

Terimakasih atas informasinya,, semoga maju terus
rhoma capres
11 Januari 2014 - 08:48:44 WIB

saya senang dengan update nya informasi kali ini
Suara Terbanyak
10 Januari 2014 - 10:47:56 WIB

Berita nya sangat menarik sekali untuk di baca
capres rhoma irama
03 Januari 2014 - 09:44:47 WIB

makasih Situs Anda selalu memberikan berita yang update dan sangat bermanfaat sekali
kpu
04 Januari 2014 - 08:48:14 WIB

postingan yang sangat bermanfaat..
Terus Berkarya!!
arifin
05 Januari 2014 - 11:36:28 WIB

pangan yang sehat semoga bisa dikonsumsi masyarakat

cinta | http://cinta009.blogspot.com/
PAN PKB
06 Januari 2014 - 09:16:57 WIB

BErita YAng aktual

Manfaat Bawang Merah
06 Januari 2014 - 20:50:24 WIB

Manfaat jamu beras kencur, bawang merah, jahe dan lengkuas untuk kesehatan.
demokrasi
07 Januari 2014 - 09:00:06 WIB

Berbagai macam budaya yang menyatukan bangsa


karpet handmade
07 Januari 2014 - 09:03:24 WIB

harus diawasi agar hasil yang di hasilkan menjadi kualitas yang terbaik
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 14 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)